Edy Rahmayadi Minta Desa Jadi Ujung Tombak Tekan Inflasi

- Kamis, 29 September 2022 | 20:36 WIB
Ilustrasi inflasi (Foto: Unsplash/Sara Kurfess)
Ilustrasi inflasi (Foto: Unsplash/Sara Kurfess)

AYOMEDAN.ID--Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengatakan pemerintah desa merupakan ujung tombak menekan inflasi di Sumut. Bawang merah, bawang putih dan cabai merah, yang merupakan komoditas terbesar penyumbang inflasi, diminta ditanam di setiap pekarangan rumah ataupun lahan yang ada di desa.

"Saya minta kepala desa dan seluruh guru di Tapteng untuk memulai menanam bahan pokok ini, baik di pekarangan rumah masing-masing dan juga di lahan pertanian. Kemudian untuk guru saya meminta untuk mengajarkan pada anak didik cara menam cabai dan lainnya, dan jadikan hal itu sebagai pekerjaan rumah," katanya.

Baca Juga: Pemko Medan Mulai Salurkan BLT BBM Mulai Oktober 2022

Dijelaskan Edy Rahmayadi, saat ini inflasi Sumut hingga Agustus 2022 sudah mencapai 5,39%, yang tertingi di Sibolga 6,91% dan Padangsidimpuan 6,56%, yang harus menjadi perhatian Pemda. Hal itu disebabkan karena persoalan cabai, bawang putih, bawang merah.

Di Tapteng sendiri persoalan bahan pokok ini hampir tidak terpenuhi, yang berbanding terbalik dengan luas lahan yang dimiliki, cukup memadai untuk menghasilkan komoditas tersebut.  Karenanya, Edy Rahmayadi berharap, kemandirian pangan ini dapat diperoleh dari desa, karena desa memiliki potensi baik dari alam dan juga SDM.

"Saya harap warga di desa tidak lagi membeli cabai, tapi dapat menjual cabai keluar," katanya.

Baca Juga: Sering Tertukar, Inilah Perbedaan Hari Lahir Pancasila dengan Hari Kesaktian Pancasila

Editor: Frans C Mokalu

Sumber: sumutprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tawuran, 26 Pelajar di Medan Diamankan Polisi

Sabtu, 26 November 2022 | 12:28 WIB

Pelaku Pungli di Jalan Kompos Medan Ditangkap Polisi

Jumat, 25 November 2022 | 16:19 WIB
X