SEMUA TENTANG MEDAN
 

Kemenparekraf Rencana Beri Bantuan Pelaku Pariwisata

Minggu, 18 Juli 2021
PENULIS Ananda M. Firdaus    EDITOR Ananda M. Firdaus
Menparekraf Sandiaga Uno. (Ayomedan.id)  

BANDUNG, AYOMEDAN.ID -- Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berencana memberi bantuan untuk pelaku wisata dan ekonomi kreatif yang terimbas pandemi Covid-19.

Menparekraf Sandiaga Uni mengatakan, dana yang disiapkan pihaknya untuk itu sebesar Rp2,4 triliun. Dana tersebut diperoleh dari hasil diskusi dengan Kementerian Keuangan.

Namun besaran anggaran tersebut belum final, berikut ketika disalurkan. Pihaknya juga perlu melakukan verifikasi dan validasi data penerima dengan pemerintah daerah.

Hingga sekarang, sebut Sandi, pelaku sektor wisata dan ekonomi kreatif yang terdata sejumlah 34 juta.

"Kita akan mengutilisasi dana yang teralokasi sebesar Rp 2,4 triliun dan harapannya ini bisa tereksekusi," ujar Sandiaga di Bandung, Jawa Barat, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 19 Juli 2021.

Dia mengatakan, anggaran yang disalurkan akan disesuaikan dengan kondisi darah. Namun Jawa Barat, disebutnya menjadi salah satu wilayah yang alokasi bantuannya besar. 

Hal ini dikarenakan Jawa Barat memiliki populasi penduduk yang tinggi, di samping kunjungan wisatawan yang datang dari berbagai wilayah di nusantara.

"Provinsi dengan jumlah kunjungan wisatawan 100 juta yang didominasi wisatawan nusantara, tentu alokasi harus dipertimbangkan untuk ditambahkan itu upaya kita," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, para pelaku wisata dan ekonomi kreatif terdampak di Jawa Barat banyak.

Bahkan pengusaha hotel dan wisata hingga gulur tikar. Selain mereka, sektor seniman dan budaya di Jawa Barat turut diimbasi Covid-19.

"Memang bukan di sektor pariwisata (seni/budaya), tetapi mereka juga jadi kekuatan di pariwisata," ujar Dedi.

Terkait rencana bantuan dari Kemenparekraf, pihaknya sedia melakukan pendataan. "Berdasarkan data ada ratusan ribu di Jabar dengan situasi sekarang akan bertambah, seiring dengan proses pendataan yang kita lakukan," kata Dedi.

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT