SEMUA TENTANG MEDAN
 

Idul Adha 2021, Ibadah dan Tradisi Dibatasi, Wisata Dilarang

Minggu, 18 Juli 2021
PENULIS Ananda M. Firdaus    SOURCE Ayocirebon.com    EDITOR Ananda M. Firdaus
ilustrasi momen idul adha (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)  

JAKARTA, AYOMEDAN.ID -- Satgas Penanganan Covid-19 menerbitkan surat edaran (SE) Nomor 15 Tahun 2021 terkait pembatasan pada Idul Adha 2021.

Aturan itu berlaku efektif selama satu pekan penuh, mulai Minggu, 18 Juli 2021 hingga Minggu, 25 Juli 2021.

Meski surat edaran ini terbit, namun edaran atau aturan-aturan sebelumnya baik dari Satgas Covid-19 atau dari kementerian/lembaga/pemerintah daerah tetap berlaku.

Hal itu disampaikan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito dalam keterangan persnya, Sabtu, 17 Juli 2021.

“Pada prinsipnya perubahan kebijakan nasional yang dilakukan ini bukan bertujuan untuk membingungkan masyarakat, namun semata-mata berusaha untuk tetap adaptif dengan kondisi saat ini," ujar Wiku.

Adapun pertimbangan dari penetapan kebijakan baru dari Satgas Covid-19 adalah pengalaman libur panjang yang mengakibatkan peningkatan laju penularan. 

Laju penularan itu kemudian menciptakan penularan klaster rumah tangga.

Selain itu, untuk optimalisasi fungsi satgas daerah/pemerintah daerah dalam pengendalian laju penularan di seluruh daerah sesuai kriteria levelnya.

“Pemerintah telah mengeluarkan penetapan kondisi per daerah secara nasional dengan pedoman dan target pengendalian spesifik melalui Instruksi Menteri Dalam Negeri yang berlaku di tahun 2021," kata dia.

"Untuk itu, perlu adanya upaya memastikan bahwa implementasi kebijakan di lapangan sesuai dengan peraturan yang berlaku,” tambah Wiku.

Kebijakan ini juga diambil berdasarkan hasil rapat koordinasi tingkat Menteri, Pemda, dan TNI/Polri tanggal 15 Juli 2021 tentang Penyekatan Mobilitas Menjelang Idul Adha 2021.

Secara kontekstual, edaran Satgas Covid-19 yang baru mencakup aspek pembatasan mobilitas masyarakat, pembatasan kegiatan peribadatan dan tradisi selama Hari Raya Idul Adha, serta pembatasan kegiatan wisata dan aktivitas masyarakat lainnya.

Beberapa ketentuan dari SE Nomor 15 Tahun 2021 dari Satgas Covid-19 antara lain:

1. Perjalanan Keluar Daerah Dibatasi

Seluruh bentuk perjalanan orang keluar daerah dibatasi untuk sementara. Pengecualian diberikan bagi pekerja sektor esensial dan kritikal serta perorangan dengan keperluan mendesak.

Keperluan mendesak tersebut yaitu pasien sakit keras, ibu hamil dengan pendamping satu orang anggota keluarga, kepentingan persalinan dengan pendamping maksimal dua orang, dan pengantar jenazah non Covid-19 dengan jumlah maksimal lima orang.

“Pelaku perjalanan yang dikecualikan ini wajib menunjukkan STRP (Surat Tanda Registrasi Pekerja) yang dapat diakses pekerja dari pimpinan di instansi pekerjaan, dan untuk masyarakat surat keterangan dari pemerintah daerah setempat,” ujar Wiku.

Para pelaku perjalanan antardaerah juga harus menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR/rapid test antigen sesuai dengan ketentuan yang telah berlaku sebelumnya.

“Selain itu, ketentuan dokumen tambahan khusus perjalanan dari dan untuk ke Pulau Jawa-Bali wajib menunjukkan sertifikat vaksin dosis pertama masih berlaku, kecuali untuk kendaraan logistik dan pelaku perjalanan dengan kategori mendesak,” kata dia.

2. Usia di Bawah 18 Tahun Dilarang Keluyuran

Pelaku perjalanan usia di bawah 18 tahun dibatasi untuk sementara.

“Dalam situasi yang belum cukup terkendali, ditetapkan bahwa perjalanan untuk anak atau orang dengan usia di bawah 18 tahun dibatasi terlebih dahulu, artinya dilarang,” tegas Wiku.

3. Ibadah Berdasarkan Zonasi Covid-19

Kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah di daerah yang menerapkan PPKM Darurat, PPKM Mikro Diperketat, dan kabupaten/kota non-PPKM Darurat tapi berstatus Zona Merah dan Oranye, ditiadakan dan dikerjakan di kediaman atau rumah masing-masing.

“Sedangkan untuk daerah lainnya yang tidak termasuk dalam cakupan tersebut maka dapat melakukan kegiatan ibadah berjemaah dengan syarat kapasitas maksimal di dalam rumah ibadah sebesar 30 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat,” imbuh Wiku.

4. Silaturahmi Virtual

Seluruh masyarakat diimbau untuk melakukan silaturahmi secara virtual, untuk mengurangi penularan Covid-19 baik dari kerabat jauh maupun dekat.

“Posko Desa/Kelurahan yang telah terbentuk akan dioptimalisasi fungsinya untuk menegakkan imbauan di lapangan, dengan sanksi yang berlaku,” kata Wiku.

5. Wisata Tutup

Seluruh tempat wisata di Pulau Jawa dan Bali serta wilayah yang menjalankan PPKM Diperketat ditutup sementara.

Sedangkan untuk daerah non-PPKM Darurat dan non-PPKM Diperketat dapat tetap beroperasi dengan kapasitas maksimal 25 persen dan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Menutup keterangan persnya, Wiku meminta seluruh elemen pemangku kepentingan untuk menyosialisasi SE Satgas Nomor 15 Tahun 2021 ini.

“Seluruh elemen pemangku kepentingan baik tokoh yang berpengaruh, pemerintah desa/kelurahan, pimpinan instansi pekerjaan, maupun rekan-rekan media wajib berkontribusi, bersumbangsih melakukan sosialisasi yang masif kepada masyarakat,” ujar Jubir Satgas Covid-19

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT