SEMUA TENTANG MEDAN
 

Puasa Syawal dan Qadha Puasa Ramadhan Dianjurkan Dipisah

Jumat, 21 Mei 2021
PENULIS A. Dadan Muhanda    EDITOR A. Dadan Muhanda
Ilustrasi puasa (Dokumen ayobandung)  

AYOCIREBON.COM-- Puasa Syawal selama 6 hari merupakan salah satu keutamaan amalan di bulan Syawal yang mempunyai amalan ibarat puasa selama 1 tahun dengan puasa Ramadhan. Namun, ada juga beberapa orang yang wajib mengganti puasa atau qadha saat batal pada puasa Ramadhan. Nah, pertanyannya mana yang lebih didahulukan, apakah amalan puasa Syawal atau qadha puasa? Atau Bolehkah menggabungkan qadha puasa dengan puasa syawal? berikut penjelasannya.

Setiap Muslim wajib mengganti atau meng-qada puasa Ramadan bila sebelumnya terhalang berpuasa di bulan suci tersebut karena uzur syar'i Namun, bila seorang Muslim menggganti puasa Ramadan di bulan Syawal dan menggabungkannya dengan niat puasa sunnah Syawal. Puasa Qadha Ramadhan atau Puasa Syawal? apa hukumnya?

Dilansir dari Republika.co.id, Para ulama berbeda pendapat terkait hal itu. Mazhab Hanafi berpendapat, jika seseorang menggabungkan niat puasa sunnah dan wajib, maka yang dianggap adalah puasa sunnahnya.

Hal ini karena adanya perbedaan antara puasa wajib dan sunnah, dan ini menimbulkan kelalaian dalam niat orang tersebut. Sehingga, menurut mazhab Hanafi, puasa yang dilakukan menjadi sunnah.

Pendapat kedua datang dari mazhab Maliki, sebagian besar mazhab Syafii, dan Hanbali. Mereka berpendapat, penggabungan niat puasa Syawal dan puasa qada Ramadan adalah sah. Dalil yang digunakan adalah apa yang diriwayatkan dari Al-Aswad bin Qais, dari ayahnya, dari Umar bin Khattab.

Sedangkan pendapat ketiga, datang dari sebagian mazhab Syafii dan apa yang diriwayatkan oleh para pengikut Imam Ahmad bin Hanbal. Dalam pendapat ini, tidak boleh menggabungkan niat puasa Syawal dan puasa qada Ramadan.

Puasa wajibnya, dalam hal ini qada Ramadan, menjadi batal karena kurangnya penegasan niat untuk mengganti puasa Ramadan.

Atas adanya perbedaan pendapat di kalangan ulama, mantan mufti Mesir yang juga anggota Dewan Ulama Senior Syekh Ali Jum'ah, menyampaikan seorang Muslim boleh menggabungkan niat puasa Syawal dan puasa qada Ramadan sehingga yang bersangkutan memperoleh dua pahala.

Meski begitu, Syekh Jum'ah menekankan, "Lebih sempurna dan lebih utama jika kedua puasa tersebut dilakukan secara terpisah." Sebab menurutnya, mendapat pahala ganda bukan berarti memperoleh pahala secara penuh.

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT