SEMUA TENTANG MEDAN
 

Biar Dokter tak Blunder di Medsos, IDI Terbitkan Fatwa

Jumat, 30 April 2021
PENULIS Idham Nur Indrajaya    EDITOR Ananda M. Firdaus
dr Kevin Samel Marpaung  

JAKARTA, AYOMEDAN.ID -- Skandal video TikTok yang menyeret dr. Kevin Samuel Marpaung, memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk dari jajaran profesi sejawat.

Menimbang itu, Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Pusat pun merilis Surat Keputusan Tentang Fatwa Etik Dokter dalam Aktivitas Media Sosial, Jumat, 30 April 2021. 

"Bahwa internet dan media sosial sebagai bagian dari keniscayaan perkembangan teknologi telah digunakan dan dimanfaatkan oleh hampir seluruh lapisan masyarakat termasuk hampir seluruh dokter di Indonesia," bunyi salah satu penggalan dari rilis tersebut. 

Di antara 13 pasal yang tercantum dalam surat keputusan itu, di antara lainnya membahas soal etika yang berkenaan dengan privasi pasien dan nilai kesantunan.

Dua pasal itulah yang kurang-lebih bisa dinilai sebagai respon atas kasus dr. Kevin yang terjadi beberapa waktu silam. 

Untuk diketahui, Kevin Samuel memperoleh kecaman dari berbagai pihak karena video reka adegan vaginal touche dalam dunia kebidanan.

Vaginal touche sendiri adalah pemeriksaan mendalam dengan cara memasukkan dua jari ke dalam vagina untuk memeriksaa pembukaan serviks atau leher rahim untuk mengetahui apakah seorang wanita yang sedang mengandung sudah siap untuk melahirkan atau tidak. 

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Kekerasan Seksual (KOMPAKS) dan gerakan sosial Dokter Tanpa Stigma telah mengeluarkan pernyataan sikap yang mendesak Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mencabut Surat Izin Praktek dari yang bersangkutan. 

Atas perbuatannya, dr. Kevin pun diberi sanksi pembekuan kegiatan selama enam bulan oleh pihak MKEK. Ia pun sudah meminta maaf dalam sebuah video yang diunggah di media sosial. 

"Saya ingin meminta maaf, khususnya untuk kaum wanita, dan untuk ke depannya, saya akan lebih berhati-hati dalam membuat video konten, dan berjanji akan lebih fokus ke video-video konten yang bersifat edukasi. Terima kasih," ucap Kevin dalam video yang diunggah Sabtu, 17 April 2021. 

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT