SEMUA TENTANG MEDAN
 

Buka Musrenbang, Bobby Prioritaskan Penanganan Kesehatan hingga Banjir di Kota Medan

Selasa, 30 Maret 2021
PENULIS Ananda M. Firdaus    EDITOR Ananda M. Firdaus
Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution (kiri) membagikan masker kepada warga di Pasar Petisah, Kota Medan. (dok. Pemko Medan)  

MEDAN PETISAH, AYOMEDAN.ID -- Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution membuka Musyawarah Pembangunan (Musrenbang) RKPD Kota Medan Tahun 2022 di Hotel Santika Dyandra Medan, Selasa (30/3/2021).

Bobby menginginkan agar hasil musrenbang ini dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat Kota Medan.

Dia menitikberatkan terhadap lima program prioritas Pemko Medan. Pertama, peningkatan pelayanan kesehatan terutama dalam menekan angka penyebaran virus Covid-19, termasuk agar Kota Medan dapat keluar dari zona merah.

"Kita harus yakin kota Medan dapat keluar dari zona merah covid-19, ini harus bisa kita capai," kata Bobby, melansir laman resmi Pemko Medan.

Kedua, Bobby menekankan masalah kebersihan kota. Dia ingin agar Dinas Kebersihan dan Pertamanan berkolaborasi dengan pihak kecamatan guna pengoptimalan masalah kebersihan di lingkungan masyarakat.

Ketiga, lanjut Bobby, mengenai peningkatan infrastruktur. Dia menargetkan selama dua tahun ke depan masalah infrastruktur di Kota Medan harus sudah diselesaikan.

Dia juga menyinggung  kawasan Kesawan sebagai "The Kitchen of Asia".  Menurutnya, pembangunan kawasan bersejarah ini bukan maju ke depan tetapi mundur ke belakang. Dia ingin kawasan Kesawan dikembalikan fungsinya seperti zaman dahulu termasuk menjaga keaslian bentuk bangunan.

Terakhir, Bobby ingin masalah penanganan banjir teratasi dengan kolaborasi semua OPD.  "Banjir bukan hanya tanggung jawab satu OPD, tetapi semua OPD karena kalau sudah banjir semuanya pasti terkena imbasnya," ujar Bobby.

Untuk mencapai kelima prioritas itu, Bobby mengatakan harus ada perencanaan berdasarkan informasi dari setiap permasalahan yang ada. Informasi yang diperoleh tersebut selanjutnya diolah menjadi data setelah itu barulah dapat dibuat sebuah perencanaan.

"Masing-masing OPD harus memiliki data yang akurat, kalau sudah akurat barulah kita dapat membuat perencanaan, setelah itu kita lakukan eksekusi (pengerjaan) dan pengawasan," ujar dia.

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT