SEMUA TENTANG MEDAN
 

Harimau di Sumatera Utara, Walhi Minta Pemerintah Beri Perhatian Khusus

Selasa, 30 Maret 2021
PENULIS Editor    SOURCE Republika    EDITOR Ananda M. Firdaus
ilustrasi harimau. (BBC)  

MEDAN SELAYANG, AYOMEDAN.ID -- Sejak beberapa bulan terakhir terdapat kemunculan Harimau Sumatera "Panther Tigris Sumatrae" di Desa Kuala Beringin, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara berharap pada pemangku kepentingan agar memberikan perhatian khusus dengan fenomena ini.

"Fenomena munculnya satwa liar seperti harimau beberapa bulan terakhir ini tentunya menjadi perhatian serius," ujar Direktur Eksekutif Walhi Sumut Doni Latuparisa, diberitakan Republika, Selasa (30/3/2021).

AYO BACA: Banyak Anak Muda Direkrut Jadi Teroris via Internet 

Ia menduga, munculnya satwa yang dilindungi tersebut di daerah pedesaan berkaitan dengan terganggunya ekosistem hutan yang menjadi habitatnya. Setidaknya ada 16 kasus munculnya harimau ke areal yang dikelola masyarakat.

"Bahkan sudah ada satu orang korban jiwa manusia dan hewan ternak milik masyarakat," ujar dia.

Doni mengatakan, Walhi ingin habitat satwa endemik Sumatera ini terjaga dari aktivitas ekonomi yang mengancam. Kasus yang terjadi di Labuhanbatu Utara, harus menjadi perhatian penuh, jangan sampai terjadi konflik antara manusia dengan harimau itu.

AYO BACA: Populasi Harimau dan Gajah Sumatera Tinggal Ratusan

"Jika habitat tetap terjaga, tentu manusia dengan satwa bisa hidup harmoni," kata pemerhati lingkungan itu.

Sebelumnya seekor Harimau Sumatera terlihat di Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Provinsi Sumatera Utara.

AYO BACA: Heboh, Ular Pithon Raksasa Telan Lembu di Aceh besar 

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT