SEMUA TENTANG MEDAN
 

Terlewat Malam Nisfu Syaban? Masih Bisa Lakukan Amalan Ini

Senin, 29 Maret 2021
PENULIS A. Dadan Muhanda    EDITOR A. Dadan Muhanda
Ilustrasi Doa dan Salat (dokumen ayobandung/Irfan Alfaritsi)  

AYOMEDAN.ID— Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu malam istimewa yang jatuh pada pertengahan bulan, yakni pada 28 Maret 2021.

Jika Anda terlewatkan malam nisfu Syaban untuk memperbanyak dzikir, istigfar dan doa, karena berhalangan, lupa atau sedang haid, maka masih ada sisa stengah bulan yang bisa dimanfaatkan memperbanyak amalan sebelum memasuki 1 Ramadhan pada 13 April 2021 nanti.

Melansir nuonline_id, ada tiga hal yang bisa dilakukan setelah malam nisfu Syaban. Berikut amalan yang bisa dilakukan pada bulan syaban sebelum memasuki Ramadan

1. Membayar hutang puasa

Amalan ini biasanya dikhususkan untuk para kaum perempuan yang masih meninggalkan hutang puasa.

Sebagian muslimah mungkin tuntas membayar hutang puasa ini beberapa bulan setelah Ramadhan.

Namun ada kalanya muslimah belum sempat menunaikan qadha’ puasa.

Maka Sya’ban merupakan bulan terakhir untuk membayar hutang puasa tersebut, sebagaimana yang dilakukan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha.

كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ . قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِىِّ أَوْ بِالنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم
Aku punya hutang puasa Ramadan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban, karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam (HR. Al Bukhari).

 

2. Memperbanyak puasa sunah

Bulan Sya’ban merupakan waktu yang tepat untuk berpuasa guna melatih diri untuk terbiasa puasa satu bulan penuh selama Ramadhan.

Bahkan orang yang puasa Sya’ban termasuk orang yang menghormati bulan Ramadhan. Nabi Muhammad SAW mengatakan, “Puasa Sya’ban itu untuk menganggungkan Ramadhan,” (HR At-Tirmidzi).

Puasa Sya’ban sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Menurut pengakuan ‘Aisyah RA, “Hanya di bulan Ramadhan Nabi Muhammad berpuasa satu bulan penuh dan saya tidak melihat Beliau sering puasa kecuali di bulan Sya’ban,” (HR Al-Bukhari).

Dalam riwayat Ahmad disebutkan, “Puasa yang disukai Nabi Muhammad SAW ialah puasa di bulan Sya’ban.”

Sayangnya puasa ini tidak dianjurkan setelah malam nisfu Sya'ban dijalannkan. 

Namun sayangnya, puasa ini hanya bisa dilakukan sebelum malam Nisfu Sya'ban selesai.

Melansir www.almunawwar.net, para ulama sepakat bahwa puasa dari tanggal 16-30 sya'ban hukumnya haram kecuali puasa nadzar dan qadha.

Serta apabila puasa tanggal 15 makan boleh puasa tanggal 16 dan boleh dilanjut tanggal 17.

Namun apabila tanggal 18 tidak berpuasa maka tanggal 19 tidak boleh berpuasa.

3. Memperbanyak amal shalih

Amal ketiga pada bulan Sya’ban ialah memperbanyak ibadah dan amal shalih secara umum.

Baik menggiatkan shalat rawatib, shalat malam, tilawah Al-Qur’an, sedekah, amal sosial dan lain-lain.

Karena bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal, maka alangkah baiknya ketika amal kita benar-benar bagus pada bulan ini.

Adapun untuk amal-amal yang masuk kategori ibadah mahdhah, hendaklah berpegang pada sunnah Rasulullah.

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran : 31)

 

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT