SEMUA TENTANG MEDAN
 

Kuburan Menggelembung Gegerkan Warga di Padang Pariaman

Jumat, 26 Maret 2021
PENULIS suara.com    EDITOR Ananda M. Firdaus
Sebuah kuburan menggelembung membuat geger masyarakat di Korong Sungai Asam. Kekinian kuburan tersebut memiliki tinggi 1,5 meter dan lebar 3,5 meter. (Suara.com)  

PADANG PARIAMAN, AYOMEDAN.ID -- Sebuah kuburan menggelembung membuat geger masyarakat di Korong Sungai Asam. Kekinian kuburan tersebut  memiliki tinggi 1,5 meter dan lebar 3,5 meter.

Fenomena itu membuat warga yang penasaran datang langsung melihat kuburan lantaran tak wajar.

Salah satu warga setempat yang merupakan Wali Korong Sungai Asam bernama Anwar menjelaskan kerjaidan langka itu mulai terlihat sejak seminggu belakangan.

AYO BACA: 13 Adab Berhubungan Suami Istri Sesuai Syariat Islam
AYO BACA: Sumut Perpanjang PPKM di 6 Daerah Ini Hingga 5 April 2021

“Tanah meninggi ini terjadi di atas tiga kuburan tanpa nama. Tinggi tanah sudah mencapai 1,5 meter dengan diameter 3,5 meter,” ujar Anwar, pada Jumat (26/3/2021), melansir Suara.com (jaringan Ayomedan.id).

Sebelum kejadian tidak ada pertanda apa-apa seperti bunyi, galian tanah, ataupun fenomena alam lainnya.

Kendati begitu, sebenarnya peristiwa ini bukan pertama kalinya terjadi sebab setahun yang lalu sempat menunjukkan fenomena serupa. Hanya saja, tanah yang meninggi, tidak setinggi sekarang.

“Setahun lalu kuburuan itu juga sempat mengalami perubahan. Tetapi tidak meninggi seperti sekarang ini,” katanya.

Peristiwa ini sendiri terjadi di Korong Sungai Asam, Nagari Sungai Asam, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

Hingga tulisan ini dimuat, tidak diketahui lebih lanjut penyebab dari peristiwa yang dikaitkan dengan hal klenik tersebut.

AYO BACA: Pemerintah Tiadakan Mudik Lebaran 2021
AYO BACA: Istri Anda Suka Mendesah dan Merintih Saat Berhubungan intim? Ini Manfaatnya

Sementara menurut penjelasan dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Sumbar, Dian Hadiyansyah mengatakan, kejadian semacam ini merupakan fenomena yang terbilang aneh.

Sebab, pergerakan tanah biasanya terjadi di kawasan lereng.

Itu pun akibat intensitas curah hujan yang cukup tinggi.

“Gerakan tanah di lereng biasanya terjadi akibat curah hujan yang tinggi kemudian masuk ke pori-pori bebatuan. Namun kalau di dataran adalah suatu yang aneh dan perlu dilakukan pengkajian,” katanya.

“Kami belum bisa memberikan kesimpulan pasti dalam fenomena ini. Tentunya kami mencoba mendorong rekan-rekan di IAGI untuk melakukan penelitian lebih dalam,” imbuhnya.

AYO BACA: Penenun Ulos Toba Sempat Pesimistis Gegara Pandemi Covid-19 
AYO BACA: Bila Piala Menpora Lancar, PSSI Harap Liga Indonesia Digulir Tahun Ini 

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT