SEMUA TENTANG MEDAN
 

Sertifikat Vaksinasi tak Boleh Diunggah ke Medsos, Begini Alasan Satgas Covid-19

Rabu, 24 Maret 2021
PENULIS Republika.co.id    EDITOR Ananda M. Firdaus
ilustrasi vaksinasi Covid-19. (Ayo Media Network/Erika Lia)  

JAKARTA, AYOMEDAN.ID -- Sertifikat vakasinasi Covid-19 tak boleh diunggah ke media sosial. Hal ini ditegaskan Satgas Penanganan Covid-19. Lalu apa alasannya?

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, hal itu lantaran sertifikat vaksinasi Covid-19 yang didapat masyarakat usai mendapat suntikan vaksin tersebut berisi data-data pribadi yang bisa diakses dari QR code yang ada. 

AYO BACA: Jadwal Sekolah Tatap Muka di Sumut Kapan Dimulai? Ini Faktanya
AYO BACA: Brimob Polda Sumut Modif Mobil Dinas Jadi Alat Pemadam Kebakaran

"Pemerintah meminta penerima vaksin covid yang sudah mendapat sertifikat bukti telah divaksin agar tidak mengunggahnya ke medsos atau mengedarkannya. Penting diketahui, di dalam sertifikat bukti telah divaksin terdapat data pribadi dalam bentuk QR code yang dapat dipindai," ujar Wiku, mengutip Republika (jaringan Ayomedan.id) Rabu (24/3/2021). 

Wiku meminta agar penerima vaksinasi menggunakan sertifikat sesuai kebutuhan. Menurutnya, data pribadi yang disebar secara ceroboh akan membawa risiko bagi pemiliknya. 

Sebagai informasi tambahan, sertifikat vaksinasi ini juga belum bisa dijadikan dokumen syarat perjalanan seperti yang sempat diwacakan Menkes Budi Gunadi Sadikin pada awal tahun ini. Wiku menjelaskan, penggunaan sertifikat vaksinasi sebagai syarat perjalanan membutuhkan hasil kajian lengkap tentang efektivitas vaksin.

AYO BACA: Dinkes Medan Sebut Relawan Tracing Covid-19 Disarankan Berhenti Karena Hamil Besar
AYO BACA: Kalian Warga Medan Lolos ke IPB dan UNPAD? Begini Cara Daftar Ulang

"Hal itu masih wacana. Masih harus dilakukan studi tentang efektivitas vaksin dalam menciptakan kekebalan individu kepada mereka yang telah divaksinasi," ujar Wiku dalam keterangan pers pekan lalu.

Pemerintah, kata Wiku, tidak bisa sembarangan dalam menyusun regulasi terkait syarat perjalanan di tengah pandemi. Apabila studi mendalam tidak dilakukan, ia menambahkan, ada potensi pemegang sertifikat vaksin menularkan virus Covid-19 saat melakukan perjalanan.

"Apabila sertifikasi itu dikeluarkan tanpa adanya studi yang membuktikan bahwa kekebalan individu telah tercipta, pemegang sertifikat tersebut memiliki potensi tertular atau menularkan virus Covid selama melakukan perjalanan," kata Wiku.

AYO BACA: Ragam Jenis Pelanggaran yang Kena Tilang Elektronik 
AYO BACA: Termasuk di Sumut, Kapolri Resmikan Tilang Elektronik 

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT