SEMUA TENTANG MEDAN
 

Hotel Milik Artis Cynthiara Alona Jadi Tempat Prostitusi Online, Alasannya Bikin Miris

Sabtu, 20 Maret 2021
PENULIS Editor    SOURCE Ayojakarta.com    EDITOR A. Dadan Muhanda
 

AYOMEDAN.ID--Subdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap 3 pelaku dalam kasus prostitusi online di Hotel Alona, Kreo, Tangerang. 

Ketiganya berinisial DA yang berperan sebagai muncikari, AA sebagai pengelola hotel dan Cynthiara Alona yang merupakan seorang artis sebagai pemilik hotel. Dalam kasus terkait Pekerja Seks Komersial (PSK) di hotel milik artis Cynthiara Alona, para korban ternyata masih di bawah umur.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, motif pelaku ialah untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. 

"Para pelaku menawarkan wanita BO (anak di bawah umur) dengan menggunakan aplikasi media social. Kami sepakat, 15 orang ini adalah korban. Semuanya anak di bawah umur yang rata-rata umurnya 14 sampai 15 tahun. Mereka sekarang dititipkan ke rumah Handayani. Nanti mereka mendapat trauma healing," ujarnya di Polda Metro Jaya, Jumat (19/3/2021). 

Jaringan prostitusi tersebut saling berkaitan satu sama lain. Bahkan, Cynthiara Alona mengetahui akan kegiatan prostitusi di hotelnya tersebut. 

Menurut Yusri, Cynthiara Alona juga menyediakan tempat prostitusi untuk pengunjung hotelnya. Alona bekerjasama dengan muncikari, pengelola hotel dan oknum lainnya.

"Modusnya adalah ini para pelaku kerjasama. Mulai dari muncikari sampai ke pengelola hotel ya, sampai ke pemilik hotel. Kenapa keterlibatan pemilik hotel? dia mengetahui," jelasnya. 

Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa uang Rp550 ribu, alat kontrasepsi, handphone dan struk hotel.

"Manajemen hotel baik itu pemilik dan pengelolanya menyediakan tempat. Mereka bahkan mengetahui bahwa anak-anak yang menginap di sana nggak perlu kasih KTP, dengan harapan jumlah tamu bisa dipertahankan," kata Yusri. 

Dalam melakukan aksinya, muncikari menawarkan anak di bawah umur melalui aplikasi MiChat. Sebelum mengajak korban, para muncikari ini berpura-pura menawarkan pekerjaan atau memacari korban. 

"Tarifnya untuk sekali kencan Rp. 400 ribu hingga Rp. 1 juta. Nanti uang itu joki dapat, dan sebagian untuk korban," jelasnya. 

Akibat perbuatannya, para pelaku Pasal 2 ayat (1) UU RI No. 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp120 juta dan paling banyak Rp600 juta. 

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT