SEMUA TENTANG MEDAN
 

3 Tips Sederhana Terbiasa Bangun Malam untuk Sholat Tahajud

Senin, 15 Maret 2021
PENULIS A. Dadan Muhanda    SOURCE Republika.co.id    EDITOR A. Dadan Muhanda
Ilustrasi Doa dan Salat Tahajud (Ayobandung.com)  

AYOMEDAN.ID--Tak mudah memang membiasakan diri bangun pada malam hari. Butuh komitmen dan konsistensi untuk menghidupkan malam dengan beribadah. Pendiri sekaligus pengasuh Ar Rahman Quranic Learning Islamic Center Ustaz Bachtiar Nasir Lc Mpd berbagi sejumlah kiat agar mudah terbangun untuk menunaikan shalat Malam.

  1. Mantapkan niat.
  2. tanamkan kesungguhan untuk bangun
  3. meminta kepada Allah agar kita bisa dipilih menjadi salah satu hamba-Nya yang bangun.

“Ingat bahwa saat tidur manusia diikat oleh tiga ikatan dan kita harus melepas ikatan itu,” ujarnya.

Pada malam hari, tuturnya, saat manusia terlelap sesungguhnya mereka diikat oleh tiga ikatan. Ikatan-ikatan itu akan lepas saat kita terbangun. Saat kita menyebut nama Allah, ikatan pertama lepas. Saat kita bangun dan berwudhu, ikatan kedua lepas. Saat kita mendirikan shalat, ikatan ketiga terlepas.

Sesungguhnya, hati yang lalai, keras, dan terlalu banyak nafsu juga menjadi penyebab sulitnya manusia terbangun saat malam, ungkapnya. Alasan-alasan lain secara fisik, termasuk terlalu lelah bekerja, kebanyakan makan, terlambat tidur, atau mungkin kamar yang ditempatinya tidur terlalu nyaman. Maka dari itu, Rasulullah SAW sering kali menjauhi kenikmatan agar lambungnya menjauh dari kasur.

Seyogianya, katanya, bergaullah dengan sesama Muslim dalam menyebarkan kebaikan dan ajakan shalat Malam. Sebarkan pengetahuan agar mereka mengerti makna yang terkandung dalam Surah adz-Dzariyat ayat 17 dan 18. Bergabunglah dalam komunitas, seperti Tahajud Call. Ini sebagai upaya mengajak Muslim lain beribadah malam. Rasulullah sendiri memulai dalam lingkungan keluarganya dahulu dan membujuk anak-anaknya.

Ia mengisahkan kisah dari salaf. Imam Syafii memenuhi undangan Imam Ahmad atas nama anak perempuannya. Pencetus mazhab Syafii itu pun menginap di kediaman sahibnya tersebut. Anak perempuan Ahmad bin Hanbal menanyakan dua hal sebelum sang tamu itu pulang keesokan harinya. Pertama, tamunya itu makan banyak, padahal ia terkenal zuhud. Kedua, mengapa hanya shalat Malam dua rakaat?  

Jawaban pertama, Syafii menunturkan jika bertamu ke rumah orang saleh maka makanannya seperti obat. Kedua, saat malam tadi, begitu ia selesai shalam malam, satu potongan ayat yang ia baca menginspirasinya membuat 13 rumusan usul fikih. Tanpa sadar, ia menulis hingga Subuh.

Intinya, cerita ini menunjukkan betapa dekatnya jarak antara Allah dan hamba-Nya jika ia melaksanakan shalat Malam dan berdoa. Allah SWT langsung mewujudkannya. Buktikan bahwa mereka yang menafkahkan penghasilannya dengan sedekah dan infak merupakan orang yang shalat Malamnya teraplikasikan dengan baik dalam kehidupan sehari-harinya. Orang yang sering terbangun saat malam pun tak lantas bermalas-malasan saat siang, tapi tampak seperti memiliki semangat para penunggang kuda.

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT