SEMUA TENTANG MEDAN
 

Kolang-kaling Tapanuli Selatan Bertahan Ditengah Pandemi

Jumat, 12 Maret 2021
PENULIS A. Dadan Muhanda    EDITOR A. Dadan Muhanda
Ilustrasi Kolang-kaling Republika.co.id  

TAPANULI SELATAN, AYOMEDAN.ID -- Di tengah badai pandemi Covid-19 dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, kolang kaling dari Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatra Utara, masih dapat bertahan.

"Alhamdulillah, meski permintaan melemah kita masih memenuhi permintaan pasar kolang kaling dari Pulau Jawa," kata salah seorang pengepul kolang kaling Faisal Reza Pardede di Sipirok, belum lama ini.

Ia mengatakan, mendekati bulan suci Ramadhan, seperti tahun lalu minimal 20 truk (delapan ton/truk) sudah dipasok ke pelanggan di Pulau Jawa seperti Surabaya, Jakarta, dan Bekasi.

"Namun akibat Covid-19 permintaan menurun jauh mencapai 50 persen atau baru mengirim kolang kaling 10 truk untuk permintaan Surabaya, Jakarta dan Bekasi," katanya.

Kolang kaling yang dia pasok tersebut didapat dari petani di daerah Kecamatan Arse, Kecamatan SD Hole, dan Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Ia mengatakan dirinya masih tetap bersyukur karena di tengah wabah Covid-19 dan sulitnya ekonomi, usahanya masih bisa berjalan meski menurun hingga 50 persen.

Dia berharap PSBB di Jakarta sekitarnya bisa segera berakhir agar kehidupan ekonomi masyarakat kembali pulih mengingat peluang pasarnya di Pulau Jawa. "Bila situasi Pulau Jawa terganggu otomatis usaha kolang kaling ini juga ikut terganggu," katanya.

TAG TERKAIT

BERITA TERKAIT