Akuisisi BTN Syariah oleh BSI untuk Memenuhi Aturan Spin Off Perlu Ditinjau Ulang

- Jumat, 30 September 2022 | 09:19 WIB
Rencana akuisisi BTN Syariah oleh BSI perlu ditunjau ulang. Hal ini juga jadi perhatian Baleg DPR RI (Foto: Ilustrasi/mediabumn.com)
Rencana akuisisi BTN Syariah oleh BSI perlu ditunjau ulang. Hal ini juga jadi perhatian Baleg DPR RI (Foto: Ilustrasi/mediabumn.com)

AYOMEDAN.ID -- Rencana akuisisi BTN Syariah oleh PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) untuk memenuhi aturan spin off perlu ditinjau ulang. Hal ini sejalan dengan pendapat kalangan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) khususnya Komisi XI DPR yang mengusulkan agar kewajiban spin off unit usaha syariah (UUS) pada tahun 2023 ditinjau kembali.

Semua pihak sepakat bahwa UUS memang perlu disapih agar bisa bertumbuh dan berkembang secara optimal, namun demikian banyak pihak berbeda pendapat soal waktu dan strategi terkait rencana spin off tersebut.

Apabila dipaksakan terlaksana tahun depan, sementara industri tidak siap, maka hanya akan menghasilkan bank syariah yang tidak memiliki daya saing. Jika itu yang terjadi, maka pemaksaan spin off akan lebih besar mudharatnya ketimbang manfaatnya.

Baca Juga: BSI Jangan Nafsu Caplok BTN Syariah, Analis: Rencana Akuisisi Sulit Terwujud

Opsi peninjauan kembali kewajiban spin off juga menjadi perhatian anggota Badan Legislatif DPR RI yang tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK)

"Harus diakui jika ketentuan UUS perbankan untuk memisahkan diri dari induknya atau spin-off mengikuti aturan yang dibuat regulator masih menghantui pelaku industri perbankan. Maka kami di parlemen menangkap kegelisahan ini dan mencoba mencari jalan tengah agar tidak malah kontraproduktif dalam pengembangan industri keuangan syariah di Tanah Air," tegas Anggota Komisi XI DPR RI Ela Siti Nuryamah.

Dia menyampaikan, pihaknya sepakat jika ketentuan spin off UUS perbankan diserahkan kepada pelaku usaha.

Baca Juga: Saat Isu Akuisisi, Laba BTN Syariah Menggila

Regulator nantinya hanya menetapkan ketentuan-ketentuan umum, seperti kecukupan modal minimal, kecukupan total aset, tren tingkat kesehatan UUS, memiliki infrastruktur yang mendukung akselerasi bisnis, memiliki kesiapan teknologi dan sumber daya manusia, hingga memiliki kerja sama yang baik dengan induk usahanya.

Halaman:

Editor: Arman

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Tahun 2045 Ditargetkan Zero Backlog Perumahan

Jumat, 25 November 2022 | 18:35 WIB

BTN Gelar IPEX 2022 Bidik KPR Baru Rp1,5 Triliun

Senin, 21 November 2022 | 10:41 WIB

Strategi Komunikasi Dukung Kinerja Bisnis Bank BTN

Sabtu, 12 November 2022 | 11:02 WIB

BTN Bidik Potensi KPR Subsidi 200 Ribu Mitra Gojek

Selasa, 8 November 2022 | 19:12 WIB

BTN Dorong Milenial Duduki Jabatan Strategis

Kamis, 3 November 2022 | 15:15 WIB

BTN Syariah Jawab Kebutuhan Rumah Warga Muhammadiyah

Senin, 31 Oktober 2022 | 16:03 WIB

BTN Perusahaan Publik Terbaik di Bidang Perumahan

Minggu, 30 Oktober 2022 | 05:42 WIB

Kinerja Kuartal III 2022, Laba BTN Naik 50 Persen

Sabtu, 29 Oktober 2022 | 16:34 WIB

RUPSLB Bank BTN Menyetujui Penerbitan Saham Baru

Selasa, 18 Oktober 2022 | 18:38 WIB

Ditunggu Pasar, KPR Rent to Own Resmi Meluncur

Rabu, 12 Oktober 2022 | 17:21 WIB
X